DPRD Kalteng: Kereta Api Kalimantan Kunci Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM — Rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan yang diusulkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan.
Menurutnya, keberadaan moda transportasi tersebut akan menjadi solusi strategis dalam memperkuat hilirisasi sumber daya alam sekaligus mengurangi kerusakan infrastruktur jalan akibat tingginya aktivitas angkutan logistik.
Pernyataan itu disampaikan Bambang saat ditemui di Ruang Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Selasa (9/6/2026).
Ia mengungkapkan, gagasan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan sejatinya bukanlah wacana baru. Konsep tersebut telah muncul sejak masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015, Teras Narang, dengan orientasi utama sebagai jalur distribusi logistik dan pengangkutan sumber daya alam dari wilayah hulu menuju kawasan hilirisasi.
“Dari dulu konsepnya memang untuk angkutan logistik dan sumber daya alam dari hulu ke hilir. Secara ekonomi ini sangat baik dan memang dibutuhkan daerah,” ujar Bambang.
Menurutnya, hingga kini keterbatasan infrastruktur transportasi masih menjadi salah satu kendala utama dalam mendorong pengembangan hilirisasi di Kalimantan Tengah. Distribusi hasil tambang, perkebunan, maupun komoditas lainnya masih bertumpu pada jalan umum yang sejatinya tidak dirancang untuk dilalui kendaraan bermuatan berat.
Akibatnya, berbagai ruas jalan mengalami kerusakan lebih cepat, bahkan tak jarang memicu gesekan antara masyarakat dengan perusahaan yang memanfaatkan jalur tersebut untuk aktivitas logistik.
“Banyak jalan negara digunakan untuk aktivitas angkutan berat. Dampaknya kerusakan jalan sering terjadi dan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan,” katanya.
Karena itu, Bambang menilai pembangunan jaringan kereta api menjadi alternatif transportasi yang lebih efektif dan efisien. Selain mampu mengurangi beban jalan, moda transportasi ini juga diyakini dapat memperlancar arus distribusi logistik sehingga mendukung peningkatan daya saing ekonomi daerah.
Meski memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut, Bambang mengingatkan pemerintah agar menyiapkan perencanaan yang matang, terutama terkait aspek pembiayaan. Ia berharap proyek berskala besar itu tidak menimbulkan beban utang yang pada akhirnya merugikan negara maupun masyarakat.
“Kalau ini menjadi Proyek Strategis Nasional tentu harus didukung bersama. Tetapi jangan sampai pembiayaannya justru membebani negara dan rakyat,” tegasnya.
Bambang optimistis pembangunan jalur kereta api akan membawa dampak positif bagi Kalimantan Tengah, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi dan lapangan usaha baru, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan akhirnya tentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (RD).


