Anggota DPRD Kalteng, Yetro M. Yoseph: Pemerataan Infrastruktur Jadi Kunci Percepatan Kemajuan Kalteng

PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok Kalimantan Tengah dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yetro M. Yoseph, menegaskan pemerintah kabupaten dan kota perlu menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang mengharapkan peningkatan kualitas jalan, jembatan, jaringan listrik, hingga akses telekomunikasi yang belum menjangkau seluruh wilayah, khususnya di kawasan pedalaman.

“Pembangunan infrastruktur menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jalan dan jembatan yang baik akan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat, mempercepat perekonomian, serta mempermudah akses menuju sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar Yetro, Rabu (17/6/2026).

Ia menilai, keberadaan infrastruktur tidak sekadar menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. Karena itu, ketimpangan pembangunan antarwilayah harus segera diatasi agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama menikmati hasil pembangunan

Menurut Yetro, masih banyak daerah pedalaman dan perdesaan yang membutuhkan perhatian lebih serius. Pemerataan pembangunan, katanya, tidak boleh hanya berfokus pada kawasan perkotaan, melainkan juga harus menyentuh wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

“Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan usaha di daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, daerah-daerah pelosok di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar yang dapat berkembang apabila didukung dengan infrastruktur yang memadai.

“Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Daerah-daerah pelosok juga harus mendapat perhatian yang sama karena mereka memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui infrastruktur yang memadai,” katanya.

Lebih lanjut, Yetro menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat, agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia optimistis peningkatan kualitas infrastruktur akan mendorong pergerakan ekonomi daerah secara lebih cepat, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap kebijakan pembangunan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Aspirasi warga, terutama yang berada di desa dan wilayah terpencil, harus menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata.

“Dengan meningkatkan kualitas infrastruktur, roda perekonomian dapat berjalan dengan lancar dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Namun seluruh kepentingan dan aspirasi masyarakat juga harus diperhatikan dalam upaya pembangunan infrastruktur,” tegasnya

Yetro juga mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengawal pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah agar berlangsung merata, tepat sasaran, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah

“Harapan kita, pembangunan yang merata hingga ke pelosok dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.​

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button