Reses di Bartim, Anggota DPRD Kalteng Purdiono Serap Aspirasi Warga
BARITO TIMUR, BORNEO7.COM – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, turun langsung ke Kabupaten Barito Timur (Bartim) dalam agenda reses perseorangan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan dasar di wilayah pedesaan.
Kegiatan reses berlangsung di beberapa desa, antara lain, Desa Balawa, Maipe, dan Sarapat, yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang masih membutuhkan intervensi pembangunan secara merata.
Purdiono menegaskan, reses bukan hanya rutinitas legislator, melainkan sarana penting untuk mendengar denyut persoalan masyarakat dari sumbernya langsung.
“Kegiatan reses ini penting sebagai sarana menyerap langsung keluhan dan harapan masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Dalam dialog bersama warga, muncul sejumlah persoalan mendesak yang selama ini membelenggu roda pembangunan desa.
Beberapa isu utama yang disampaikan masyarakat antara lain, Kerusakan jalan desa yang menyulitkan mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, Keterbatasan akses air bersih di sejumlah pemukiman, Minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta Permasalahan batas wilayah antar desa yang dinilai kerap menimbulkan hambatan administratif.
Terkait isu batas wilayah yang cukup krusial, Purdiono memastikan bahwa masukan tersebut akan ditindaklanjuti pada level pembahasan daerah.
“Masukan terkait batas wilayah ini akan kami catat sebagai bahan pembahasan lebih lanjut,” ucapnya.
Purdiono menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan berhenti pada catatan reses, tetapi menjadi dasar perjuangan dalam pembahasan pembangunan bersama pemerintah daerah.
“Kami ingin pembangunan tidak terpusat, tetapi menjangkau desa-desa yang masih tertinggal,” jelasnya.
Politisi yang dikenal vokal terkait isu pemerataan pembangunan itu menekankan bahwa desa harus menjadi fokus utama pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
“Kami akan mendorong agar aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti dengan program yang nyata dan berkelanjutan,” tutupnya.









