Ketua DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Guru Berkualitas di Tengah Perkembangan Teknologi

Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong.

PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Arton S. Dohong menilai guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membentuk karakter generasi muda yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

Keberhasilan pembangunan daerah, kata Arton, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas manusia yang menjadi penggeraknya. Dalam konteks tersebut, tenaga pendidik memegang peranan penting karena bersentuhan langsung dengan proses pembentukan generasi penerus.

Ia mengatakan, tanggung jawab guru tidak sebatas menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga berperan menanamkan nilai moral, etika, disiplin, serta karakter kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Karena itu, perhatian terhadap profesi guru, termasuk aspek kesejahteraan, dinilai perlu menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
“Guru merupakan salah satu penentu arah masa depan generasi muda. Karena itu, keberadaan dan peran mereka harus mendapat perhatian serius, termasuk dari sisi kesejahteraan,” kata Arton, Sabtu (25/7/2026).

Selain kesejahteraan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Arton mendorong pemerintah memperkuat program pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan agar mampu mengikuti dinamika serta tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ia menilai, peningkatan kualitas guru merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Semakin kompeten tenaga pendidik, semakin besar peluang melahirkan SDM yang berkualitas, adaptif, dan memiliki daya saing.
“Setiap kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru pada dasarnya merupakan investasi bagi masa depan daerah. Guru yang kompeten akan menjadi fondasi dalam mencetak SDM unggul,” ujarnya.

Arton juga menyoroti perkembangan teknologi yang turut mengubah pola pembelajaran. Kondisi tersebut menuntut guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Menurutnya, pola pembelajaran yang monoton perlu terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Ia pun mendorong tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan, memperbarui metode mengajar, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perkembangan zaman.

“Pembaruan metode dan pendekatan pembelajaran menjadi penting agar proses belajar tetap efektif dan relevan. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi,” pungkasnya. (RD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button