Edarkan Sabu Dirumah Kosong, Seorang Pria Berinisial N Diringkus Satresnarkoba Polres Seruyan

Pelaku N

SERUYAN, BORNEO7.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial N alias U diamankan karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di sebuah rumah kosong di Jalan Pantar Sangaran, Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Sabtu (17/1/2026) siang.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima pihak kepolisian sekitar pukul 07.00 WIB, yang menyebutkan bahwa terduga pelaku kerap mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu-sabu di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan intensif.

Hasilnya, pada pukul 12.45 WIB, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku di sebuah rumah kosong yang berada tepat di samping kediamannya.
“Terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan di lokasi yang telah kami pantau sebelumnya,” ungkap sumber di lingkungan Polres Seruyan.

Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1,78 gram yang diduga kuat merupakan narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Seruyan guna menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Menanggapi keberhasilan operasi tersebut, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba.

“Kami mengapresiasi kinerja anggota di lapangan dan berharap dukungan penuh dari masyarakat. Jangan ragu melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Narkoba merusak generasi bangsa, mari kita jaga keluarga dan lingkungan dari bahaya ini,” tegas Kapolres, Selasa (27/1/2025).

Operasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Seruyan dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Polisi juga memastikan akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat. (BR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button