Kolaborasi PT. Asmin Bara Bronang dan Warga, Kebun Pranaraksa Jadi Simbol Harapan Baru di Dukuh Pendarawah
KAPUAS, BORNEO7.COM – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus diwujudkan secara nyata oleh PT Asmin Bara Bronang.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Pranaraksa Pendarawah, perusahaan menghadirkan sebuah inisiatif berkelanjutan yang tidak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat sekitar.
Program yang telah berjalan sejak tahun 2019 ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang terencana dan berorientasi jangka panjang. Berlokasi di wilayah Dukuh Pendarawah, kebun pranaraksa seluas kurang lebih dua hektare kini berkembang menjadi kawasan hijau produktif yang dikelola secara kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat desa.
Di atas lahan tersebut, sebanyak 529 pohon dari berbagai jenis tanaman buah lokal telah ditanam dan dirawat secara berkelanjutan. Mulai dari kasturi, nangkadak, ramania, nangka, durian, mangga, kapul, rambai, keledang, matoa, jambu kristal, kelengkeng, hingga rambutan, seluruhnya dipilih tidak hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga karena kemampuannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal.
Keberagaman tanaman ini menjadi kekuatan utama program Pranaraksa Pendarawah. Selain memperkaya biodiversitas, kehadiran tanaman-tanaman tersebut berperan penting dalam memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko erosi yang kerap menjadi tantangan di kawasan sekitar operasional.
Namun, lebih dari sekadar program penghijauan, PT Asmin Bara Bronang merancang inisiatif ini sebagai investasi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Kebun pranaraksa tidak hanya ditujukan untuk memulihkan kondisi lahan, tetapi juga diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Seiring waktu, ketika tanaman mulai berbuah, hasil kebun dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai tambahan pendapatan. Bahkan, dalam proses pengelolaannya, program ini juga membuka peluang lapangan kerja baru, khususnya dalam kegiatan perawatan, pemanenan, hingga pengolahan hasil kebun.
Salah satu kekuatan utama dari program ini terletak pada pendekatan partisipatif yang diterapkan. Sejak awal pelaksanaan, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaku utama. Mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan hasil, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan rasa memiliki di kalangan masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya sistem pengelolaan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program tidak berhenti sebagai kegiatan CSR semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Kehadiran Pranaraksa Pendarawah juga menjadi bukti bahwa PT Asmin Bara Bronang memiliki kepedulian tinggi terhadap keseimbangan antara kegiatan usaha dan kelestarian lingkungan. Perusahaan menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap dunia industri untuk lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, langkah yang diambil PT Asmin Bara Bronang ini menjadi contoh konkret bagaimana sebuah perusahaan dapat berkontribusi secara positif dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Dukuh Pendarawah, kebun pranaraksa bukan hanya sekadar ruang hijau. Ia adalah simbol kolaborasi, kepedulian, dan masa depan. Sebuah bukti bahwa dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat, lingkungan dapat dijaga, ekonomi dapat tumbuh, dan kesejahteraan bersama dapat diwujudkan. (Red).






