Umat Hindu Kaharingan Gelar Tiwah Massal di Desa Tahawa
PULANG PISAU, BORNEO7.COM – Nuansa sakral menyelimuti Desa Tahawa, Kabupaten Pulang Pisau. Umat Hindu Kaharingan dari empat desa menggelar Ritual Tiwah Massal, sebuah tradisi sakral masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang berlangsung sejak 23 April hingga 14 Juni 2026.
Pelaksanaan ritual tersebut melibatkan warga dari Desa Tahawa, Desa Paharangan, Desa Bahu Palawa, dan Desa Petuk Liti. Tiwah menjadi bagian penting dalam tradisi spiritual masyarakat Dayak, khususnya umat Hindu Kaharingan, sebagai prosesi penghormatan terakhir sekaligus pengantaran arwah menuju Lewu Tatau, tempat asal roh untuk bersatu dengan leluhur bersama Ranying Hatalla Langit, Sang Pencipta dalam ajaran Kaharingan.
Beragam tahapan ritual mewarnai pelaksanaan Tiwah Massal ini, mulai dari pencarian perlengkapan ritual (maramu), pembukaan Tiwah, penggalian tulang dari pemakaman (manggali tulang), prosesi penombakan hewan kurban (tabuh), hingga pengantaran tulang ke pambak (napesan).
Ketua Panitia Tiwah Massal, Tugas B. Sia, melalui Pelaksana Ritual Tiwah Basir Obing, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 20 kepala keluarga (KK) dari empat desa.
“Peserta Tiwah Massal tahun ini sebanyak 20 KK yang berasal dari Desa Tahawa, Paharangan, Bahu Palawa dan Petuk Liti. Untuk hewan kurban disiapkan sebanyak 20 ekor kerbau dan 7 ekor babi, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga,” ujar Basir Obing kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam kepercayaan Kaharingan, Tiwah memiliki makna mendalam sebagai ritual penyempurnaan perjalanan salumpuk liau (roh orang meninggal) menuju Lewu Tatau agar dapat menyatu dengan para leluhur dan sangiang.
Selain itu, ritual ini juga dipercaya sebagai bentuk pelepasan kesialan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dikatakan Obing, pelaksanaan Tiwah Massal ini sepenuhnya dilakukan melalui swadaya masyarakat. Kedepannya ia berharap acara ritual tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah guna menjaga kelestarian budaya leluhur Dayak.
“Prosesi tabuh akan dilaksanakan dua kali. Harapan kami seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (Nor).







