Sengkon: Sinergi Kabupaten dan Kota Jadi Motor Percepatan Pembangunan Kalteng
PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Sinergi pemerintah kabupaten dan kota dinilai menjadi salah satu kunci mempercepat pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja sama antardaerah diyakini mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat konektivitas wilayah, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, mengatakan kolaborasi antarpemerintah daerah perlu diarahkan pada program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, koordinasi tidak cukup berhenti pada urusan administratif, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan program yang saling terintegrasi.
“Setiap daerah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Jika potensi tersebut disinergikan, hasil pembangunan akan lebih optimal dibandingkan jika setiap daerah berjalan sendiri,” kata Sengkon, Jumat (24/7/2026).
Ia menilai sejumlah sektor strategis memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah. Pertanian, perkebunan, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro dinilai dapat menjadi sektor yang saling melengkapi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.
Kolaborasi tersebut juga berpotensi menciptakan ruang investasi baru. Dengan konektivitas dan dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi, distribusi barang dan jasa antardaerah dapat berjalan lebih efektif sehingga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Sengkon juga mendorong penguatan koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan strategis, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan yang dirancang secara lintas wilayah akan lebih efektif karena dapat menghindari tumpang tindih program sekaligus memperkuat keterhubungan antarwilayah.
“Kerja sama antardaerah harus mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat perekonomian. Dengan sinergi yang terarah, pembangunan dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan kolaborasi antardaerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. DPRD, dunia usaha, serta masyarakat perlu terlibat dalam menjaga kesinambungan program dan memastikan pengembangan wilayah tetap berpijak pada potensi serta kebutuhan lokal.
Sengkon optimistis penguatan kerja sama antarkabupaten dan kota akan meningkatkan daya saing Kalteng. Sinergi yang semakin solid dinilai dapat memperluas peluang investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Semakin kuat kolaborasi antardaerah, semakin besar pula peluang Kalteng mengembangkan ekonomi dan menarik investasi. Pada akhirnya, manfaat terbesar harus dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (RD).





