Kapolda Kalteng Tekankan Operasi Ketupat 2026 Berbasis Spiritual dan Sosial

SERUYAN, BORNEO7.COM – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan perubahan paradigma dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan sosial masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.

Arahan tersebut disampaikan Kapolda saat memberikan pengarahan kepada seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng dan jajaran Kapolres melalui video conference, yang diikuti Polres Seruyan di Gedung Vicon Wicaksana Leghawa, Rabu (04/03/2026) pukul 09.50 WIB.
Di Polres Seruyan, kegiatan dihadiri langsung Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi didampingi Wakapolres Kompol Hendry, bersama seluruh PJU dan personel.

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan tiga poin utama yang menjadi perhatian, yakni kesiapan Operasi Ketupat 2026, pencegahan penyimpangan anggota, serta penanganan konflik sosial secara humanis.

Terkait Operasi Ketupat 2026, Kapolda meminta seluruh jajaran memperluas fokus pengamanan, tidak hanya pada arus lalu lintas, tetapi juga pengamanan ibadah puasa, pelaksanaan salat Idulfitri, aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan dan tempat wisata, hingga pengawasan penyaluran zakat dan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Pos Pengamanan dan Pelayanan harus ditempatkan di titik strategis dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Spanduk sosialisasi Call Center 110 harus seragam di seluruh Kalteng,” tegasnya.

Kapolda juga menginstruksikan peningkatan patroli malam guna mengantisipasi balap liar, pengecekan moda transportasi untuk menekan angka kecelakaan, serta pengaturan pembagian zakat dan THR agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Dalam aspek pengawasan internal, Kapolda menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri. Ia meminta pengawasan melekat dilakukan secara berjenjang dari pimpinan hingga tingkat satuan terkecil.

“Anggota yang terbukti positif narkoba harus diperiksa dan ditindak tegas. Laksanakan pembinaan rohani dan mental secara rutin dan sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pimpinan agar menjadi teladan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Sementara dalam penanganan konflik sosial, Kapolda mengimbau agar personel mengedepankan kesabaran dan tidak tergesa-gesa melakukan penindakan hukum. Pendekatan persuasif dan mediasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur terkait dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Jangan memaksakan diri dalam penindakan. Libatkan pemangku adat, lakukan mediasi. Jika tidak ada titik temu, bantu masyarakat menyelesaikan melalui jalur perdata. Penegakan hukum bukan satu-satunya jalan,” jelasnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya dokumentasi dalam setiap kegiatan pengamanan sebagai bahan pendukung pemberitaan, serta meminta fungsi intelijen aktif memetakan potensi kerawanan di masing-masing wilayah.

Arahan tersebut menjadi pedoman bagi Polres Seruyan dalam mempersiapkan Operasi Ketupat 2026, memperkuat pengawasan internal, serta menangani potensi konflik sosial dengan pendekatan humanis dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (B P).​

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button