Momentum HUT ke-27 IPJI, DPW IPJI Kalteng Berikan Penghargaan kepada Tokoh Jurnalis Hartany Soekarno

PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI Kalimantan Tengah memberikan plakat penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis Kalimantan Tengah.

Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi Hartany Soekarno dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada para jurnalis di Kalimantan Tengah, Rabu (28/10/2026).

Ketua DPW IPJI Kalteng mengatakan, Hartany Soekarno merupakan sosok senior yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

“Beliau adalah sosok yang sangat murah hati dalam berbagi ilmu sebagai jurnalis. Seorang senior yang menginginkan jurnalis maju dan hebat,” ungkap Pickrol Hidayad

Menurutnya, sikap terbuka dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman merupakan nilai penting yang patut diteladani oleh insan pers. Sebab, kemajuan dunia jurnalistik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk saling belajar, membimbing, dan memperkuat profesionalisme.

Penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan dunia pers tidak terlepas dari peran para senior yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan jurnalistik di daerah.

DPW IPJI Kalteng berharap, apresiasi kepada Hartany Soekarno dapat menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis muda untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan bertanggung jawab.

Momentum HUT ke-27 IPJI ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas ant insan pers serta mendorong lahirnya jurnalis yang profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus penyambung lidah masyarakat.

Melalui penghargaan tersebut, DPW IPJI Kalteng menegaskan bahwa jasa, keteladanan, dan kontribusi para tokoh pers layak mendapat penghormatan sebagai bagian dari perjalanan dan kemajuan jurnalistik di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Di hadapan awak media, Hartany Soekarno menyampaikan harapannya agar IPJI, khususnya DPW IPJI Kalteng, semakin berkembang dan mampu menunjukkan peran yang lebih besar dalam perjalanan pers di daerah.

“Selamat ulang tahun ke-27 untuk IPJI. Semoga DPW IPJI Kalteng semakin hebat, sejahtera, progresif, independen, dan terstruktur,” ungkap Hartany.

Pesan tersebut menyiratkan harapan agar usia organisasi tidak sekadar bertambah dalam hitungan tahun, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas, kemandirian, dan kematangan dalam menjalankan peran jurnalistik. Sebab, di tengah perubahan lanskap media dan derasnya arus informasi, independensi tetap menjadi salah satu fondasi penting bagi pers untuk menjaga kepercayaan publik.

Bagi organisasi kewartawanan, perjalanan selama 27 tahun tentu bukan sekadar catatan usia. Ada tanggung jawab yang terus menyertai setiap langkahnya: membangun profesionalisme, memperkuat kebersamaan antarjurnalis, serta memastikan bahwa kerja jurnalistik tetap berpijak pada fakta, etika, dan kepentingan masyarakat.

Penyerahan penghargaan kepada Hartany Soekarno pun menjadi pengingat bahwa perjalanan pers tidak hanya dibangun oleh berita yang terbit setiap hari. Di dalamnya terdapat dedikasi, pengalaman, dan pengabdian orang-orang yang telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk dunia jurnalistik.

Menghormati wartawan senior berarti merawat ingatan tentang perjalanan pers itu sendiri. Sementara menyambut ulang tahun organisasi menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali arah perjuangan: menghadirkan jurnalisme yang independen, bertanggung jawab, dan tetap berpihak pada kebenaran.

Di usia ke-27, harapan bagi IPJI Kalteng pun mengarah pada masa depan yang lebih matang—organisasi yang tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga kokoh dalam integritas; tidak hanya berkembang dalam keanggotaan, tetapi juga memberi arti melalui karya dan pengabdian.

Sebab, pada akhirnya, kebesaran sebuah organisasi pers bukan semata-mata diukur dari lamanya perjalanan, melainkan dari seberapa besar kontribusinya bagi masyarakat dan seberapa teguh ia menjaga kehormatan profesi jurnalistik. (RD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button