Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpinan Vicon Evaluasi Karhutla Bersama Jajaran Kodam dan Forkopimda

Kodam XXII/TB melaksanakan Vicon Evaluasi Karhutla bersama Forkopimda Kabupaten.

KOTAWARINGIN BARAT, BORNEO7.COM – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memimpin Video Conference (Vicon) Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama jajaran Kodam XXII/TB dan Forkopimda Kabupaten, bertempat di Aula Palapa Makodim 1014/Pbn, Selasa, (13/10/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., serta Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P.

Dalam arahannya, Pangdam XXII/TB menekankan pentingnya sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, aparat kecamatan, kelurahan, desa, serta masyarakat dalam mencegah pembakaran lahan. Meskipun titik api mengalami penurunan, asap masih menjadi perhatian karena mengganggu aktivitas penerbangan. Oleh karena itu, patroli bersama perlu ditingkatkan guna menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru.

Pangdam juga menyampaikan berbagai upaya penanganan Karhutla yang telah dilakukan pemerintah, antara lain Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing, serta rencana pemanfaatan dry ice untuk mendukung upaya pengendalian cuaca dan mengurangi dampak asap.

Selain penanganan Karhutla, Pangdam menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan melalui program penyediaan air bersih, pembangunan jembatan, dan Bakti TNI skala besar. Salah satu upaya yang sedang dilaksanakan di Kabupaten Katingan adalah pembangunan jalan sepanjang 18 kilometer, jembatan, pengeboran air bersih, serta pengembangan sumber listrik melalui kincir air dan panel surya guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Pangdam turut mengimbau pemerintah daerah agar menyebarluaskan informasi penerimaan prajurit TNI, baik Tamtama, Bintara, maupun Perwira. Ia menegaskan bahwa penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya atau gratis, sehingga masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi dan sinergi seluruh unsur semakin kuat dalam mempercepat penanganan Karhutla, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah. (HK).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button