Legislator DPRD Kalteng Desak Pemerataan Listrik hingga Pelosok Murung Raya
PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah desa hingga kini belum menikmati jaringan listrik secara memadai.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, mengatakan keterbatasan akses listrik menunjukkan pemerataan infrastruktur dasar di wilayah terpencil belum sepenuhnya berjalan optimal.
Menurut Sirajul, listrik tidak lagi sekadar kebutuhan penerangan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Ketersediaan listrik berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi desa.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya memberikan perhatian lebih terhadap desa-desa yang belum teraliri listrik. Percepatan elektrifikasi dinilai perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan, terutama di wilayah pedalaman yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Sirajul juga menilai pemerataan jaringan listrik perlu dimulai dari wilayah yang menjadi pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat, termasuk ibu kota kecamatan. Dengan pasokan listrik yang stabil, fasilitas pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya dapat beroperasi lebih optimal.
“Listrik menjadi salah satu titik tolak penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, desa-desa yang belum teraliri listrik harus mendapat perhatian dalam agenda pembangunan,” kata Sirajul, Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan, keterbatasan pasokan listrik dapat menghambat percepatan pembangunan desa. Berbagai sektor strategis akan sulit berkembang apabila infrastruktur kelistrikan belum tersedia secara memadai.
Dampaknya juga dirasakan sektor pendidikan. Menurut Sirajul, ketersediaan listrik akan membuka ruang lebih besar bagi siswa di pedesaan untuk memanfaatkan teknologi dan internet sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Akses listrik yang baik akan membantu anak-anak di desa belajar dengan lebih optimal sekaligus membuka akses terhadap informasi dan teknologi. Ini penting untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan,” ujarnya.
Selain pendidikan, elektrifikasi juga diyakini dapat membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan listrik yang memadai, masyarakat desa memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan nilai tambah berbagai potensi ekonomi lokal.
Sirajul berharap Pemkab Murung Raya memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di wilayah yang belum terjangkau.
Ia menekankan program elektrifikasi desa harus dilakukan secara bertahap, merata, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat di wilayah pedalaman tidak terus tertinggal dalam menikmati infrastruktur dasar yang menjadi bagian penting dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. (RD).





