Peringati HANI 2026, Anggota DPRD Kalteng Faridawaty Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba

PALANGKA RAYA, BORNEO7.COM – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 diminta tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut Faridawaty, ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius yang mengancam masa depan bangsa. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh melalui langkah-langkah pencegahan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujar Faridawaty, Selasa (30/6/2026).

Politisi Komisi III DPRD Kalteng itu menilai edukasi mengenai bahaya narkotika harus diberikan secara berkesinambungan sejak usia dini. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan memiliki ketahanan diri untuk menolak berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

Ia mengingatkan, dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan seseorang melalui terganggunya pendidikan, rusaknya hubungan sosial, hingga hilangnya potensi generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.

“Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Selain penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika juga perlu terus dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Faridawaty juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Orang tua, menurutnya, harus mampu memberikan perhatian, pengawasan, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak-anak tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Selain keluarga, lingkungan masyarakat dinilai memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kawasan yang aman dan bebas dari narkotika. Kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar diyakini mampu memperkuat berbagai upaya pencegahan yang telah dijalankan pemerintah dan aparat penegak hukum.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mendukung berbagai program pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi penerus.

Faridawaty berharap momentum HANI 2026 mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di Kalimantan Tengah.

“Melalui sinergi, kepedulian, dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, kita mampu melindungi generasi muda Kalimantan Tengah dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Mari Bersama kita wujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif,” pungkasnya.(RD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button